Translator Bahasa Arab | Translator Arab Indonesia | Penerjemahan Bahasa Arab | Translate Arab Indonesia Online

Rabu, 06 Februari 2013

Bersedekah Agar Kaya (2) ?


Hidup berkecukupan dan bahkan harta melimpah ruah adalah impian setiap manusia. Bahkan impian ini tidak akan pernah putus sampaipun setelah Anda mencapai umur lanjut.

Anak keturunan Adam tumbuh kembang dan ada dua hal yang turut tumbuh dan berkembang bersamaan dengan usianya: cinta terhadap harta kekayaan dan angann-angan panjang umur.” (HR. Bukhari).

Impian menjadi seorang yang kaya raya secara tinjauan hukum syariat adalah sah-sah saja, asalkan tidak menjadikan Anda lupa daratan sehingga menghalalkan segala macam cara. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berpesan:
Jangan pernah engkau merasa rezekimu telat datangnya, karena sesungguhnya tidaklah seorang hamba akan mati, hingga telah datang kepadanya rezeki terakhir (yang telah ditentukan) untuknya.  Karena itu, tempuhlah jalan yang baik dalam mencari rezeki: yaitu dengan menempuh jalan yang halal dan meninggalkan jalan yang haram.” (HR. Ibnu Majah, Abdurrazzaq, Ibnu Hibban, dan Al Hakim).

Diantara sikap proporsional dalam mencari kekayaan dunia ialah dengan tidak menjadikan amalan akhirat sebagai sarana mencari kekayaan sesaat di dunia fana ini. Demikianlah dahulu pesan Allah ‘Azza wa Jalla yang disampaikan melalui lisan orang-orang shaleh dari para pengikut Nabi Musa ‘alaihissalam kepada Qarun, yang artinya:
Dan carilah (kebahagiaan) negeri akhirat dengan kekayaan yang telah Allah anugerahkan kepadamu, dan janganlah kamu melupakan bagianmu dari (kenikmatan) duniawi.”  (QS. Al-Qashash: 77)

Ibnu Katsir menjelaskan ayat ini dengan berkata:
Mereka menganjurkan kepada Qarun agar menggunakan karunia Allah berupa harta kekayaan yang melimpah ruah dalam ketaatan kepada Allah. Hendaknya kekayaan yang ia miliki digunakan untuk mendekatkan diri kepada Allah dengan segala bentuk amal kebajikan. Dengannya ia mendapatkan pahala besar baik di dunia maupun di akhirat.
Walau demikian bukan berati ia harus melalaikan kehidupan dunianya dengan tidak makan, minum, pakaian, rumah, dan istri. Yang demikian itu karena Allah memiliki hak, sebagaimana dirinya juga memiliki hak yang harus ia tunaikan. Dan istrinya pun memiliki hak yang harus ia tunaikan demikian pula tamunya juga memiliki hak yang harus ia tunaikan. Karena itu tunaikanlah masing-masing hak kepada pemiliknya.” (Tafsir Ibnu Katsir, 3:484)

Bersambung ke Bersedekah Agar Kaya (3) ?

Bersedekah Agar Kaya (1) ?


Allah ‘Azza wa Jalla Maha Pemurah, sehingga nikmat dan karunia-Nya senantiasa menyertai hidup umat manusia. 

Begitu pemurahnya Allah ‘Azza wa Jalla sampai-sampai nikmat-Nya dapat dirasakan sampaipun oleh orang-orang kafir dan yang banyak bergelimang dalam dosa. Yang demikian itu karena nikmat dunia tiada artinya di sisi Allah. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menegaskan:
Andai kehidupan dunia di sisi Allah senilai sayap nyamuk niscaya Allah tidak mungkin membiarkan orang kafir menikmati walau hanya seteguk air.”  (HR. At-Tirmizy).

Demikianlah kedudukan harta kekayaan dunia di sisi Allah, sehingga wajar bila orang kafir dapat saja menjadi kaya bahkan mungkin juga orang terkaya di dunia ini. Namun beda halnya dengan iman kelapangan dada dengan cahaya takwa. Iman dan takwa begitu bernilai disisi Allah sehingga hanya diberikan kepada hamba yang Allah cintai. 

Sebagaimana yang dituturkan oleh junjungan kita shallallahu ‘alaihi wa sallam:
Sejatinya Allah telah membagi akhlaq kalian sebagaimana Allah juga telah membagi rezeki kalian. Dan sejatinya Allah ‘Azza wa Jalla dapat saja memberi kakayaan dunia kepada orang  yang Dia cintai dan yang tidak Dia cintai. Namun untuk urusan agama, maka Allah tidak mungkin memberikannya kecuali kepada orang yang Allah cintai. Barangsiapa yang telah Allah berikan bagian dalam urusan agama, maka itu bukti bahwa Allah mencintainya.” (HR. Ahmad dan lainnya).

Berangkat dari hal ini, Islam mendorong umatnya untuk mengorbankan dunianya demi membangun imannya. Dan sebaliknya, Islam juga mengharamkan atas mereka perbuatan mengorbankan urusan agama demi mendapatkan kepentingan dunia.

Bersambung ke Bersedekah Agar Kaya (2) ?

Selasa, 05 Februari 2013

Teladan Siti Khadijah Menjadi Inspirasi Wanita Modern

Bagi umat Islam, kisah cinta yang indah adalah kisah cinta Nabi Muhammad SAW dan Siti Khadijah. Bukan hal yang mudah menjadi pasangan seorang rasul, maka kehadiran Siti Khadijah di tengah perjuangan Nabi Muhammad SAW tentulah spesial.

Dibandingkan kepada isteri yang lain, rasa cinta Nabi Muhammad SAW terhadap Siti Khadijah sangat besar. Saat menikahi Siti Khadijah, Nabi Muhammad tidak melakukan poligami. Bahkan setelah meninggal, Nabi Muhammad masih sering membicarakan mendiang isterinya. Sebuah rasa cinta yang teramat besar.

Sebagai wanita, kita bisa belajar banyak dari sosok teladan seorang Siti Khadijah. Inilah beberapa di antaranya...

◦♥◦ Menjadi Seorang Janda Terhormat. ◦♥◦

Di masa kehidupan seorang Siti Khadijah, wanita adalah kaum yang dikucilkan dan tidak ada harganya, apalagi seorang janda. Siti Khadijah pernah diceraikan suaminya, tetapi beliau justru memiliki takdir sebagai pendamping seorang Rasulullah. Inilah bukti bahwa tidak selamanya seorang janda itu hina dan boleh dipandang sebelah mata (seperti cap yang diberikan masyarakat hingga saat ini). Jika sang wanita bisa menghormati diri dan perilakunya, maka status apapun yang disandang, dia pantas menjadi wanita mulia yang suatu saat akan memuliakan seorang pria dan keluarganya.

◦♥◦ Mandiri Sebagai Saudagar. ◦♥◦

Sudah menjadi rahasia umum bahwa Siti Khadijah adalah seorang wirausaha atau saudagar sukses dan kaya raya. Tidak banyak wanita yang mandiri di masa itu, apalagi menjadi seorang saudagar sukses. Inilah bukti bahwa wanita bukan makhluk yang lemah atau bodoh. Wanita bisa menghargai dirinya sendiri dengan menjemput rezekinya dengan mandiri. Dengan menjadi saudagar atau wirausaha, maka terbukalah kesempatan dan rezeki yang lebih besar untuk orang lain.

◦♥◦ Tidak Menilai Pria Dari Kekayaannya. ◦♥◦

Sebagai wanita cantik dan kaya, banyak pria kaya yang ingin melamar Siti Khadijah. Beberapa pelamar itu adalah orang² yang berasal dari keluarga kaya dan bersedia membayar berapapun mas kawin yang diinginkan Siti Khadijah. Tetapi wanita mulia tersebut menolak lamaran yang datang secara halus. Harta bukanlah satu²nya penilaian dalam memilih pasangan hidup.

◦♥◦ Melamar Terlebih Dahulu. ◦♥◦

Jika Anda sering membaca kisah cinta Siti Khadijah dan Nabi Muhammad SAW, Anda pasti tahu bahwa Siti Khadijah yang terlebih dahulu menyatakan keinginannya untuk menikah dengan Rasulullah. Melalui sahabatnya, Siti Khadijah menyampaikan keinginan itu. Hal ini menjadi sebuah jalan bagi wanita untuk tidak malu atau takut mengutarakan keinginan hatinya menikah dengan seorang pria baik, soleh dan berakhlak mulia. Menikah adalah tujuan yang mulia, jadi tidak perlu malu untuk sebuah tujuan mulia yang suci. Kalaupun lamaran itu tidak diterima, janganlah malu, karena Allah SWT pasti punya jawaban terbaik untuk menjawab jodoh seorang wanita.

◦♥◦ Isteri Yang Taat Pada Suami. ◦♥◦

Dibandingkan dengan pria kaya raya yang melamar Siti Khadijah, kekayaan Rasulullah saat menikahi Siti Khadijah tidaklah besar. Tetapi Siti Khadijah memilih pria dengan akhlak mulia. Beliau tahu bahwa tugas seorang isteri adalah mendampingi suami. Siti Khadijah juga taat dan tidak membawa nama besar keluarganya atau kekayaan yang dimiliki untuk mengurangi rasa hormatnya pada Rasulullah. Pilihlah pria yang taat dan memiliki akhlak mulia, juga pria yang rajin dan pantang menyerah menjemput rezeki halal.

Manfaat Bahasa Arab


Bahasa Arab adalah bahasa Al-Qur’an. Allah berfirman : “Sesungguhnya Kami telah menjadikan Al Quran dalam bahasa Arab, supaya kalian memahaminya” ( QS.Yusuf : 2)

Kenapa Allah menjadikan Al-Qur’an dalam bahasa Arab? Sesuai ayat diatas, “supaya kalian memahaminya”. Oleh karena itu tentunya bahasa arab memiliki keistimewaan dan manfaat.

Salah satu manfaat belajar bahasa arab adalah mencerdaskan otak.

Kenapa dapat mencerdaskan otak ?


Salah satu alasannya adalah karena dalam mempelajari bahasa arab, kita membutuhkan konsentrasi terhadap apa yang kita baca dan lihat. Hal ini tidak akan dirasakan apabila kita tidak bisa berbahasa arab. Bahasa arab biasanya tidak berharokat, lalu kita harus menganalisis kosakata, kedudukan dan harokat untuk bisa membacanya dengan benar. Berbeda dengan bahasa kita sehari-hari (bahasa Indonesia) yang menurut kita sudah baku dan mudah dipahami, bahasa Arab memiliki banyak makna dalam satu kata.

Ketika kita belajar nahwu shorof dan kitab gundul (tidak berharokat), kita harus menganalisi kosakata, kedudukan dan harokat. Apabila kita salah menganalis, maka makna dari kata tersebut akan berbeda.

Ibadah-ibadah baik shalat, do’a, membaca Qur’an serta banyak sekali syi’ar-syi’ar Islam akan terpenuhi dan sempurna dengan mempelajari bahasa Arab. Tentunya dengan menguasai bahasa Arab akan sangat bermanfaat untuk memahami apa yang kita baca ketika berdo’a, shalat, dan membaca Al-Qur’an.

Selain itu, dengan menguasai bahasa Arab akan membantu kita melakukan ekspansi bisnis karena bahasa Arab adalah bahasa yang digunakan secara luas di planet ini. Bahasa Arab merupakan bahasa utama dari 22 negara, digunakan oleh lebih dari 250 juta orang. Bahasa ini juga merupakan bahasa kedua pada negara-negara Islam karena dianggap sebagai bahasa spiritual Islam – salah satu agama-agama besar dunia (kita membicarakan tentang lebih dari 1 miliar orang!).


Jika Anda memiliki buku atau dokumen yang harus diterjemahkan, dan membutuhkan Jasa Penerjemah Bahasa Arab, kami siap membantu Anda dengan pelayanan terbaik dan harga bersahabat. Silakan Hubungi Kami untuk info lebih lengkap.

Senin, 04 Februari 2013

Keistimewaan Bahasa Arab


Bahasa Arab mempunyai ciri-ciri  kekhususan yang tidak terdapat pada bahasa-bahasa lainnya. Kemudian dari kekhususannya ini menjadikan bahasa Arab sebuah bahasa yang fleksibel, mempunyai elastisitas yang tinggi, maka dalam  menjalankan dan mempertahankan fungsinya sebagai bahasa komunikasi, sarana dalam penyampaian tujuan agama, pencatatan berbagai ilmu pengetahuan, telah mampu disampaikan dengan mudah dan benar.

Diantara keistimewaan bahasa arab adalah adanya i’rab, dapat dikatakan bahwa i’rab adalah ciri khas dari bahasa arab. I’rab adalah perubahan bunyi akhir suatu kata dalam kalimat yang disebabkan oleh perbedaan ‘amil yang menyertainya, baik ‘amil yang disebut itu jelas maupun diperkirakan. Perbedaaan ‘amil tersebut dapat mempengaruhi makna.

Selain i’rab keistimewaan bahasa arab adalah dengan hadirnya tashrif. Tashrif yaitu ilmu yang mempelajari ilmu bahasa dari segi perubahan sighat atau bentuk kata, seperti kata

ضرب – يضرب – ضربا dan ini mempengaruhi arti dan maknanya.

Huruf dalam bahasa arab disebut dengan huruf hijaiyah dan semuanya berjumlah 29 ada juga yang mengatakan jumlahnya 30. Tiap-tiap huruf tersebut mengandung nilai-nilai philosopy yang tinggi. Sebagaimana umat Islam ketahui bahwa seluruh kandungan al-Quran itu terhimpun dalam surat al-Fatihah dan kandungan surat al-Fatihah itu terhimpun dalam basmalah dan basmalah itu sendiri terhimpun dalam satu huruf ba.

Keistimewaan bahasa arab yang lain adalah pada tiap huruf dalam bahasa Arab itu mempunyai simbol, tanda, dan arti tersendiri. Contohnya adalah huruf ha’, di mana ia mengandung arti yang berkonotasi kepada sesuatu yang tajam dan panas, seperti Al-Hummaa (penyakit panas, demam), Al-Haraara (panas), Al-Hurr (yang bebas dan merdeka), Al-Hubb (kecintaan), Al-Hariiq (kebakaran), Al-Hiqd (kedengkian), Al-Hamiim (teman akrab), Al-Hamzhal (buah parai), Al-Hirriif (yang pedas), Al-Haraam (yang dilarang), Al-Hariir (kain sutera), Al-Hanaan (kasih sayang), Al-Haadd (yang tajam), Al-Haqq (kebenaran) dan lain-lain.

Itulah beberapa keistimewaan bahasa arab, dan masih banyak lagi keistimewaan dan rahasia-rahasia dibalik huruf, kata, kalimat, paragraf dalam bahasa Arab yang belum kita ketahui.

Semoga Allah menjadikan kita sebagai umat-Nya yang mencintai bahasa nabi-Nya yaitu Muhammad saw. Aamiin.

Penulis : Rachmat Agustian S.Hum (Sarjana Humaniora, Sarjana Sastra Arab, Ketua TIM Penerjemah Bahasa Arab)

Jika Anda memiliki partner bisnis yang berbahasa Arab, buku atau dokumen yang harus diterjemahkan, dan membutuhkan Jasa Penerjemah Bahasa Arab, kami siap membantu Anda dengan pelayanan terbaik dan harga bersahabat. Silakan berkunjung Hubungi Kami untuk info lebih lengkap.